Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab tim IT, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh organisasi. Security Awareness Training memberikan edukasi dan pembekalan berkelanjutan bagi seluruh staf rumah sakit, baik tenaga medis maupun non-medis, untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenali dan merespons berbagai ancaman siber seperti phishing, social engineering, malware, ransomware, dan kebocoran data yang dapat mengancam informasi pasien dan operasional rumah sakit.
Melalui Cyber Drill, rumah sakit dapat menguji kesiapan organisasi dalam menghadapi skenario insiden siber secara terstruktur dan realistis. Simulasi dapat mencakup skenario ransomware, DDoS, data breach, hingga gangguan layanan kritis, dengan melibatkan tim IT/SOC/CSIRT, DevOps, Support, Komunikasi, Legal, hingga manajemen eksekutif.
Program ini membantu mengidentifikasi celah pada people, process, dan technology, meningkatkan koordinasi lintas fungsi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat kemampuan deteksi, respons, dan pemulihan. Dengan kesiapan yang lebih baik, rumah sakit dapat membangun cyber resilience dan menjaga kesinambungan layanan kesehatan ketika menghadapi ancaman siber.